Ruang Makalah


BAB I
Biografi Dan Sejarah August Comte

 PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pengetahuan adalah proses kehidupan yang diketahui manusia secara langsung dari kesadarannya sendiri. Dalam peristiwa ini yang mengetahui (subjek) memiliki yang diketahui (objek) didalam dirinya sendiri sedemikian aktif sehingga yang mengetahui itu menyusun yang diketahui pada dirinya sendiri dalam ketauan aktif.
Lebih lanjut lagi dijelaskan bahwa pengetahuan dalam arti luas berarti semua kehadiran internasional objek dalam subjek. Namun dalam arti sempit dan berbeda dengan imajinasi atau pemikiran belaka, pengetahuan hanya berarti putusan yang benar dan pasti (kepastian, kebenaran). Disini subjek sadar akan hubungan objek dengan eksistensi. Pada umumnya, adalah tepat kalau mengatakan pengetahuan hanya merupakan pengalaman “sadar”. Karena sangat sulit melihat bagaimana persisnya suatu pribadi dapat sadar akan suatu eksistensi tanpa kehadiran eksistensi itu di dalam dirinya.
Pengetahuan yang diperoleh oleh manusia melalui akal, indera dan lain-lain mempunyai metode tersendiri dalam teori pengetahuan diantaranya metode positifisme yang dikeluarkan oleh August Comte yang akan dibahas dalam makalah ini.  


B.   RUMUSAN MASALAH
1.      Biografi August Comte.
2.      Teori fungsionalisme struktural dan pengaruhnya  dalam ilmu sosial di abad sekarang.
3.     Perubahan sosial menurut Auguste Comte.





BAB II
PEMBAHASAN
A.       Biografi August Comte
Nama lengkap Auguste Comte (1798-1857) adalah Isidore Auguste Marie Francois Xavier. Beliau adalah filsuf dan ilmuwan sosial terkemuka yang sangat berjasa dalam perkembangan ilmu kemasyarakatan atau sosiologi. Comte lahir di kota Montpellier di Perancis selatan dari keluarga kelas menengah konservatif. Comte menerima didikan ilmiah yang baik di Ecole Polythecnique di Paris, sebuah pusat pendidikan berhaluan liberal.
Comte mencetuskan suatu  sistem ilmiah yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan baru, yaitu sosiologi. Pandangan Comte atas sosiologi sangat pragmatis. Ia berpendapat bahwa sesungguhnya analisis untuk membedakan "statika" dan "dinamika" sosial , serta analisa masyarakat sebagai suatu sistem yang saling tergantung haruslah didasarkan pada konsensus. Paradigma Fungsionalis dan paradigma ilmiah alamiah yang dirumuskan oleh Comte tetap memberi warna menonjol dalam sosiologi saat ini.
Auguste Comte dengan bukunya "Course de Philosophie Positive" menerangkan bahwa pendekatan-pendekatan umum untuk mempelajari masyarakat harus melalui urutan-urutan tertentu yang kemudian akan sampai pada tahap akhir yaitu tahap ilmiah.
Auguste Comte disebut sebagai Bapak Sosiologi karena dialah yang pertama kali memakai istilah sosiologi dan mengkaji sosiologi secara sistematis, sehingga ilmu tersebut melepaskan diri dari filsafat dan berdiri sendiri sejak pertengahan abad ke-19 (1856).


B.      Teori fungsionalisme struktural dan pengaruhnya  dalam ilmu sosial di abad sekarang.
Teori fungsionalisme struktural merupakan bangunan yang paling berpengaruh besar didalam teori sosiologi diabad sekarang. Tokoh pertama yang mencetuskan adalah August Comte. Pemikiran struktural fungsionalisme sangat dipengaruhi olehpemikiran biologis yaitu menganggap bahwa manusia itu organisme biologis yaitu terdiri dari organ-organ yang saling ketergantungan.ketergantungan tersebut merupakan hasil atau konsekuensi agar organisme tersebut tetap dapat bertahan hidup. Sama halnya dengan pendekatan lainnya pendekatan structural fungsional ini juga bertujuan untuk mencapai keteraturan sosial. Teori struktural fungsional ini awalnya berangkat dari pemikiran Emile Durkheim, dimana pemikiran Durkheim ini dipengaruhi oleh Auguste Comte dan Herbert Spencer. Comte dengan pemikirannya mengenai analogi organismik kemudian dikembangkan lagi oleh Herbert Spencer dengan membandingkan dan mencari kesamaan antara masyarakat dengan organisme, hingga akhirnya berkembang menjadi apa yang disebut dengan requisite functionalism, dimana ini menjadi panduan bagi analisis substantif Spencer dan penggerak analisis fungsional. Dipengaruhi oleh kedua orang ini, studi Durkheim tertanam kuat terminology organismik tersebut. Durkheim mengungkapkan bahwa masyarakat adalah sebuah kesatuan dimana di dalamnya terdapat bagian – bagian yang dibedakan. Bagian-bagian dari sistem tersebut mempunyai fungsi masing – masing yang membuat sistem menjadi seimbang. Bagian tersebut saling interdependensi satu sama lain dan fungsional, sehingga jika ada yang tidak berfungsi maka akan merusak keseimbangan sistem. Pemikiran inilah yang menjadi sumbangsih Durkheim dalam teori Parsons dan Merton mengenai struktural fungsional. Selain itu, antropologis fungsional-Malinowski dan Radcliffe Brown juga membantu membentuk berbagai perspektif fungsional modern.

C.      Perubahan sosial menurut Auguste Comte.
Menurut Auguste Comte, sosiologi mempelajari statika dan dinamika masyarakat social meskipun perubahan kita terpusat pada aspek statika masyarakat, tetapi dalam kehidupan sehari – hari kita telah menyentuh perubahan.2. Teori – Teori Perubahan Sosial
a)      BENTUK-BENTUK PERUBAHAN
1. Perubahan secara cepat dan lambat
Secara cepat dinamakan revolusi, misal, Proklamasi kemerdekaan RI, Revolusi Industri di Inggris, Revolusi Sosial di Prancis, Revolusi Amerika
Secara lambat disebut evolusi, misal perubahan semangat kegotongroyongan yang mulai luntur, perubahan pola hidup dari masyarakat nomaden kemudian menetap
2. Perubahan yang direncanakan dan tidak direncanakan
Perubahan yang direncanakan merupakan bentuk perubahan yang diproses melalui program atau rencana tertentu agar menghasilkan suatu perubahan tertentu pula, misal Program NKKBS, Wajar ( wajib belajar 9 tahun). Perubahan yang direncanakan ke arah kemajuan (progress) dapat disebut pembangunan. Adapaun perubahan yang tidak direncanakan umumnya terjadi karena diluar kehendak masyarakat, misal perang, bencana alam. Biasanya mengarah ke kemunduran (regress)
3. Perubahan yang berpengaruh luas dan tidak berpengaruh luas
Perubahan berpengaruh luas adalah perubahan yang mendasar sehingga dampaknya mempengaruhi segala sendi kehidupan, kadang mengubah struktur masyarakat. Misal proses industrialisasi pada masyarakat agraris, masuknya listrik ke daerah terisolir
Perubahan tidak berpengaruh luas hanya terbatas pada lingkungan tertentu saja, tidak mengubah struktur masyarakat. Misal, perubahan mode pakaian kalangan remaja
Adapun pola – pola yang sering tampak pada perubahan sosial budaya adalah :
a. Perubahan komulatif, yaitu gangguan keseimbangan yang berulang-ulang sehingga menghasilkan perubahan-perubahan baru, baik yang bersifat progress maupun regress, misal adanya penemuan baru, atau bencana alam yang terus menerus
b. Berubahan bergelombang, yaitu gangguan keseimbangan dalam masyarakat yang selalu timbul kembali, tetapi selau terjadi keseimbangan, misal perubahan model pakaian, pergantian sistem politik dan pendidikan, gerak konjungtur dalam proses ekonomi
c. Gangguan keseimbangan yang hanya sekali terjadi, misalnya, terjadinya gerakan reformasi yang telah menggantikan pemerintahan orde baru menjadi orde reformasi
b). PROSES PERUBAHAN SOSIAL
1. Faktor Penyebab Internal dan Eksternal Perubahan Sosial
Perubahan sosial yang bersumber dari dalam masyarakat dapat terjadi melalui proses akumulasi.. Menurut Soerjono Soekanto factor internal tersebut adalah:
1. bertambah atau berkurangnya penduduk
2. penemuan – penemuan baru (inovasi) baik discovery maupun invention
hal ini karena:
a) kesadaran individu- individu akan kekurangan dalam kebudayaannya
b) kualitas ahli- ahli dalam suatu kebudayaan
c) perangsang bagi aktivitas – aktivitas penciptaan dalam masyarakat
Pengaruh dari penemuan baru tersebut dapat bersifat memancar, menjalar maupun beberapa penemuan baru mengakibatkan satu jenis perubahan.
3. Konflik dalam masyarakat
4. Terjadi pemberontakan atau revolusi

KESIMPULAN
Ø  Nama lengkap Auguste Comte (1798-1857) adalah Isidore Auguste Marie Francois Xavier. Beliau adalah filsuf dan ilmuwan sosial terkemuka yang sangat berjasa dalam perkembangan ilmu kemasyarakatan atau sosiologi. Comte lahir di kota Montpellier di Perancis selatan dari keluarga kelas menengah konservatif. Comte menerima didikan ilmiah yang baik di Ecole Polythecnique di Paris, sebuah pusat pendidikan berhaluan liberal
Ø  Teori fungsionalisme struktural merupakan bangunan yang paling berpengaruh besar didalam teori sosiologi diabad sekarang. Tokoh pertama yang mencetuskan adalah August Comte. Pemikiran struktural fungsionalisme sangat dipengaruhi olehpemikiran biologis yaitu menganggap bahwa manusia itu organisme biologis yaitu terdiri dari organ-organ yang saling ketergantungan. ketergantungan tersebut merupakan hasil atau konsekuensi agar organisme tersebut tetap dapat bertahan hidup.
Ø  Menurut Auguste Comte, sosiologi mempelajari statika dan dinamika masyarakat social meskipun perubahan kita terpusat pada aspek statika masyarakat, tetapi dalam kehidupan sehari – hari kita telah menyentuh perubahan. 2. Teori – Teori Perubahan Sosial



DAFTAR PUSAKA
·         Mustansir , Rizal, Filsafat Ilmu (Yogyakarta:Belukar),2001
·         Bakhtiar,Amsal. Filsafat Ilmu (Jakarta: tt.)2004
·         Sumatri, Suila “Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer” (Jakarta, tt)
·         Sugiharto, Bambang “Post Modernisme Tentang Bagi Filsafat” (Jogjakarta: pustaka media), 2001
·          








MAKALAH PEMIKIRAN PLATO




BAB 1
PENDAHULUAN
                 I.            LATAR BELAKANG

Seiring dengan perkembangan zaman dewasa ini, filsafat sebagai disiplin ilmu masih tetap berperan mengarahkan manusia untuk selalu “mencinta kebijakan”. Hal ini tercermin dalam aliran pemikiran penganut postmodernise yang berpandangan bahwa dunia bukanlah totalitas benda, tetapi merupakan totalitas makna. Segala sesuatu ditentukan oleh maknanya. Karena itu, di tengah dinamika masyarakat tersebut, para filsuf perlu bekerja keras untuk mempertegas jati diri dalam fungsi sosialnya. Sebagian besar orang mengatakan bahwa filsafat itu sangat susah dan sulit, namun demikian orang-orang tersebut tidak menyadari bahwa keseharian mereka di isi dengan filsafat, atau bisa dikatakan mereka telah berfilsafat dalam kehidupannya. Pemikiran seperti ini didasari, karena pemahaman mereka tentang filsafat masih sangat sedikit dan bahkan belum tau tentang filsafat itu apa. Orang-orang terdahulu hingga sekarang, yang mencintai filsafat atau para filosof mengartikan filsafat yaitu mencintai kebijaksanaan, sehingga ketika berfilsafat berarti mereka telah mencintai kebijaksanaan, namun bukan berarti merasa dirinya sudah benar. Cinta kebijaksaan berarti akan selalu mencari bagaimana mendapatkan kebijaksaan itu, karena hal yang kita cintai tentulah ada usaha untuk mendapatkan hal tersebut. Sejarah tentang filsafat ini membawa kita untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang pemikiran -pemikiran para filosof terdahulu. Dengan hasrat ingin mengetahui pemikiran tersebut, membawa kita untuk lebih dalam lagi mengkaji tentang pemikiran filosof-filosof itu. Perlunya mengkaji pemikiran tersebut adalah sebagai sarana untuk merangsang pikiran kita untuk bisa lebih berkembang lagi, dan lebih luas lagi. Dari sekian banyak pemikiran tersebut pemakalah akan mengangkat tentang pemikiran filosof Plato yakni tentang dunia ide. Pemikiran Plato ini sangat menarik untuk di bahas, karena sebagaimana kita ketahui bahwa Plato dikenal sebagai bapak Filsafat. Sehingga karena julukan tersebut sangat menarik, sehingga pemakalah dalam makalah ini akan lebih banyak membahas tentang filosof dan pemikirannya tersebut. Atas dasar pemikiran Plato inilah yang menjadi latar belakang pembuatan makalah ini, karena sangat menarik untuk dikaji apalagi dengan julukan dia sebagai bapak filsafat dan juga dikenal sebagai filosof pertama kali yang menuangkan pemikiran-pemikirannya dalam sebuah tulisan atau sebuah buku. Sejarah filosof dari thales sampai socrates belum pernah terdengar bahwa mereka menuangkan pemikiran mereka ke dalam sebuah tulisan, karena mereka lebih bersifat dialektika. Namun, setelah masuk zamannya Plato, kemudian pemikiran-pemikiran filsafat itu pun dibukukan, sehingga ada sebuah pedoman atau bahan untuk generasi berikutnya yang ingin mengkaji tentang pemikiran para filosof terdahulu. Di dalam makalah ini tentu akan lebih banyak kita temukan tentang Plato dan pemikirannya, karena yang menjadi titik acuan pemakalah adalah plato dan pemikirannya. Namun, walau pun sedikit menyinggung tentang pemikiran sebelum Plato diantaranya socrates yakni guru dari plato sendiri, dimana tolak acuan pemikiran dari plato adalah pemikiran gurunya sendiri walau pun terdapat juga sedikit perbedaan. Plato juga sedikit mengambil pemikiran dari filosof sebelum gurunya seperti heraclitus dan filosof-filosof yunani lainnya.   
              II.            Rumusan Masalah
A.    Biografi Plato?
B.     Gagasan Plato semasa hidupnya?
C.     Karya-karya plato

           III.            PEMBAHASAN
A.    Biografi plato
Plato lahir sekitar tahu 427 SM .Dalam  sebuah keluarga bangsawan athena yang kaya raya yang hidup ketika yunani menjadi pusat kebudayaan besar selama empat abad. Generasi orang tua sudah hidup selama setengah abad  kebangkitan  athena menuju kekuasaanya yang paling hebat,dan secara langsung keluarga plato terlibat aktif dalam sistem keadaan politik dikotanya. Plato adalah seorang filsuf yunani klasik, matematika, mahasiswa socrates, penulis dialog filosofis dan pendiri academy di athena , lembaga pendidikan tinggi pertama didunia barat. seiring dengan mentornya, socrates dan muridnya aristoteles, plato membantu meletakkan dasar- dasar filsafat dan sains barat. Dialog-dialog plato telah digunakan untuk mengajar berbagai mata pelajaran termasuk filsafat, logika, etika, retorika dan matematika. Dimasa remaja dia berkenalan dengan socrates yang menjadi guru sekaligus sahabatnya . tahun 399 SM , tatkala socrates berumur tujuh puluh tahun , dia terseret ke pengadilan dengan tuduhan tak berdasar berbuat brengsek dan merusak akhlak angkatan muda athena. Scrates dikutuk dan dihukum mati . pelaksanaan hukum mati socrates membuat plato benci terhadap pemerintahan demokratis.tak lama plato meninggalkan athena selama 10-12 tahun .sekitar tahun 387 SM dia kembali ke athena  dan mendirikan perguruan tinggi disana . sebeuah akademi yang berjalan selama 900 tahun . plato menghabiskan sisa umurnya yang empat puluh tahun diathena ,mengajar dan menulis ihwal filsafat .muridnya yang masyhur , aristoteles yang menjadi murid akademi di umur tujuh belas tahun , sedangkan plato waktu itu sudah menginjak tahun enam puluh tahun. Plato tutup mata pada usia delapan puluh tahun.
B.     Gagasan Plato Semasa Hidupnya
Ajaran tentang ide salah satu pemikiran plato yang sangat fenomenal yakni ajaran tentang ide-ide. Akaran tentang ide-ide ini merupakan inti dasar seluruh filsafat plato. Namun,arti ide yang dimaksud oleh plato berbeda dengan pengertian orang –orang modern sekarang ,yang hanya mengartikan bahwa kata ide adalah suatu gagasan atau tanggapan yang hanya terdapat dalam pemikiraan saja. Sehingga orang-orang akan menganggap bahwa ide merupakan suatu yang objektif.
Menurut plato ada ide-ide yang terlepas dari subjek yang berfikir. Menurut plato ide-ide tidak bergantung pemikiran , sebaliknya pemikiran bergantung pada ide-ide. Justru karena ada ide-ide  yang berdiri sendiri. Pemikiran kita dimungkinkan. Pemikiran itu tidak lain dari pada menaruh perhatian kepada ide-ide itu. Adanya ide-ide munculnya pemikiran plato tentang  ide-ide adalah terinspirasi dari gurunya yakni socrates.dimana socrates dikisahkan bahwa beliau berusaha mencari definisi-definisi ,ia tidak puas dengan menyebut satu persatu perbuatan –perbuatan yang adil atau tindakan-tindakan yang berani .ia ingin menyatakan apa keadilan atau keberanian itu sendiri , atau bisa dikatakan bahwa socrates menncoba mencari hakikat atau esensi keadilan dan keutaamaan-keutamaan lain tersebut.
Socrates mewancarai pemuda-pemuda athena agar menemukan dalam jati diri pemuda-pemuda manusia akan ketidak adanya keyakian tentang takhayul dan dewa-dewa (yang diyaknii dengan mythos) yang tidak berarti lagi bila dibandingkan dengan tentang pengertian (logos) yang muncul dalam pergaulan dengan socrates. Keyakinan itu dilihat sebagai seseuatu yang belum pernah terjadi pada filsuf-filsuf kuno. Oleh karena itu socrates dihukum mati. Menurut plato,pada awalnya jati diri atau jiwa manusia hidup di dunia idea-idea atau surga dan dunia itu jauh dari dunia fana ini. Sejak awal di dunia fana – maka secara bawaan- ia menatap dengan batinnya idea-idea sempurna dan abadi; umpamanya idea kebaikan,kebenaran keindahan,keadilan,tetapi juga idea manusia atau kuda. Entah karena peristiwa apa ,jiwa manusia itu jatuh dari dunia idee-idea itu kedalam dunia ini sampai kedalam penjara yaitu tubuh manusia. Melalui indera tubuhnya (terutama mata) ia melihat dan menatap dunia fana yang terdiri atas bayang-bayang atau bayangan (inggris: shadows ) dari idea- idea yang semula pernah ditatap secara murni. Lalu manusia ingat akan idea-idea murni itu yang “dahulu kala” ditatapnya dan yang secara bawaan memang menemaninya secara terselubung.
Dibawah ini beberapa implikasi filsafat pengetahuan Plato
berturut-turut ditunjukkan pada filsafat manusia, etika, filsafat negara, filsafat ketuhanan.
1.      Filsafat Manusia
Plato bersifat dualistis. Jiwa itu bersifat utama,dipenjarakan dalam tubuh. Uraian-uraian plato harus dimengerti sebagai usaha berbentuk sastra untuk mengungkapkan suatu intuisi tentang hakikat manusia. Umpamanya, tentang manusia bersayap yang kehilangan sayap-sayapnya. Jasa Plato terletak dalam upayanya menyatupadukan pertentangan-pertentangan Pra-Sokrates.
2.      Etika Plato
Didasarkan pada etika sokrates,amat menekankan unsur pengetahuan. Bila ornag sudah cukup tahu,pasti ia akan hidup menurut pengetahuannya itu. Oleh karena itu dalam rangka wawancara-wawancaranya socrates sering kali cukup bagus menyadarkan orang akan adanya suara batin,tetapi dengan demikan belum selesailah uraian mengenai manusia ayng mencari tingkah-lakunya yang baik dengan segala lapisan jasmani dan sosial... Etika plato bersifat intelektual dan rasional. Dasar ajarannya adalah mencapai budi baik. Bila orang sudah cukup tahu, pasti ia akan hidup menurut pengetahuannya itu. Etika Plato bersendi pada ajarannya tnetang idea. Dualism dunia dalam teori pengetahuan lalu diteruskan dalam praktik hidup oleh karena kemauan seseorang bergantung pada pendapatnya, nilai kemauannya itu ditentukan oleh pendapatnya. Dari pengetahuan yang sebenarnya yang dicapai dengan dialektika timbul budi yang lebih tinggi dari pada yang dibawakan oleh pengetahuan dari pandangan. Menurut plato ada Dua macam budi yakni budi filosofi yang timbul dari pengetahuan dengan pengertian dan budi biasa yang terbawa oleh kebiasaan orang banyak. Oleh karena itu dalam rangka wawancara-wawancaranya socrates sering kali cukup bagus menyadarkan orang akan adanya suara batin,tetapi dengan demikan belum selesailah uraian mengenai manusia yang mencari tingkah-lakunya yang baik dengan segala bentuk.

3.      Filsafat Negara
Filsafat Negara Plato amat terkenal. Pemikirannya tentang filsafat negara malah menjadi acuan atau motivasi untuk mrngembangkan epistimolgi. Dalam buku tersohor yang berjudul Republik, bentuk terbaik dari suatu pemerintahan menurut Plato adalah pemerintahan yang dipegang oleh kaum Aristokrat. Yang dimaksud Aristokrat disini bukannya aristokrat yang diukur dari takaran kualitas, yaitu pemerintahan yang digerakkan oleh putera terbaik dan terbijak daalam negeri itu. Orang-orang ini mesti dipilih bukan lewat pungutan suara penduduk melainkan lewat proses keputusan bersama.Orang-orang yang sudah menjadi penguasa atau “guardian” harus menambah ornag-orang yang sederajat semata-mata atas dasra pertimbangan kualiatas.
 Plato merupakan filosof utama yang pertama,dan dalam jangka waktu yang lama nyatanya memang Cuma dia yang mengusulkan persamaan kesempatan tanpa memandang kelamin. Untuk membuktikan usulnya itu maka Plato memberikan tahap-tahap menjadi seorang “guardian” yakni dimulai dari anak-anak yang harus memperoleh latihan fisik. Namun,segi musik,matematika dll disiplin akademi tidak boleh ditinggalkan untuk kemudian melakukan ujian secara ekstensif.bagi mereka yang gagal melewatinya akan disalurkkan untuk ikut serta dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Namun, bagi mereka yang berhasil melewati ujian akan menerima gemblengan. Pada usia tiga puluh lima tahun, orang-orang yang memang sudah menunjukkan penguasaannya dibidang teori-teori dasar harus menjalani lagi tambahan latihan selama lima belas tahun. Untuk mewujudkan negar aideal maka plato membagi struktur kelas atau lapisam social kepada 3 kelas. Kelas pertama kelas penguasa,keistimewaan mereka adalah hikmah yang mereka miliki. Hikmah meupakan pengetahuan yang paling tinggi,yaitu pengetahuan mengatur sebuah Negara, dan mampu membimbing kepada kebajikam yang mutlak. Kelas ini merupakan kelas tertinggi dan hanya mampu diisi oeh seorang filosof (filsuf-raja). Kelas keduagolonga militer,keutamaan yang mereka miliki  adalah jiwa ksatria yang terpati dalam jiwa mereka. Mereka memiliki jiwa yang tegar, penglaman yang luas, pandangan yang panjang dan kekuatan fiisikyang mendukung. Kalangan ini bertugas untuk melindungi Negara dan membela serta melawan musuh yang merusak kestabilan sebuah Negara. Kelas ketiga yakni kelas umum,tercermin pada golongan pedagang,petani, dan segala bentuk profesi yang lainnya. Mereka adalah yang menangani komoditi dan perekonomian sebuah Negara,produksi dan ekspor Negara. Jiwa mereka terpancar nilai kesucian dan keinginan material.
Dalam buku tersohor yang berjudul Republik, bentuk terbaik dari suatu pemerintahan menurut Plato adalah pemerintahan yang dipegang oleh kaum Aristokrat. Yang dimaksud Aristokrat disini bukannya aristokrat yang diukur dari takaran kualitas, yaitu pemerintahan yang digerakkan oleh putera terbaik dan terbijak daalam negeri itu. Orang-orang ini mesti dipilih bukan lewat pungutan suara penduduk melainkan lewat proses keputusan bersama.Orang-orang yang sudah menjadi penguasa atau “guardian” harus menambah orang-orang yang sederajat semata-mata atas dasar pertimbangan kualiatas. Kemudian keburukn mengubah aristocrat menjadi Timokrasi, yaitu pemerintahan oleh orang-orang yang ingin mencapai kemasyhuran dan kehormatan. Timokrasi ini berubah menjadi Oligarkhiyaitu pemerintahan oleh para (golongan) hartawan. Keadaan ini milik particular,maka orang-orang miskin pun bersatulah melawan kaum hartawan dan lahirlah  Demokrasi, yaitu pemerintahan oleh rakyat miskin (jelata). Oleh karena salah mempergunakannya maka keadaan ini berakhir dengan kekacauan atau anarkhi. Tiraniyaitu pemerintahan oleh seorang penguasa yang bertindak dengan sewenang-wenang.
. Untuk membuktikan usulnya itu maka Plato memberikan tahap-tahap menjadi seorang “guardian” yakni dimulai dari anak-anak yang harus memperoleh latihan fisik. Namun,segi musik,matematika dll disiplin akademi tidak boleh ditinggalkan untuk kemudian melakukan ujian secara ekstensif.bagi mereka yang gagal melewatinya akan disalurkkan untuk ikut serta dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Namun, bagi mereka yang berhasil melewatiujian akan menerima gemblengan. Pada usia tiga puluh lima tahun, orang-orang yang memang sudah menunjukkan penguasaannya dibidang teori-teori dasar harus menjalani lagi tambahan latihan selama lima belas tahun

4.       Filsafat Ketuhanan
Filsafat ketuhanan plato tidak mempunyai kedudukan yang jelas.meskipun Plato sering kali membicarakan atau menyinggung yang illahi, dan meskipun ia jelas sekali tidak setuju dengan adanya para dewa dan dewi mitologi yunani yang Esa tidak ditemukan dalam karya Plato.
Ajaran Plato tentang Tuhan kebanyakan disampaikan dalam terma-terma mistis, yang menegaskan kebaikan Tuhan (sebagaimana dalam Republic dan Timaeus) dan kebaikannya kepada manusia (sebagaimana dalam Phaedo); Tetapi dalam Phaedrus, dan lebih jelasnya dalam Laws, ia menghadirkan sebuah argumen yang lebih rigoris yang berdasarkan kenyataan bahwa segala sesuatu itu berubah (change) dan bergerak (inmotion). Segala yang berubah itu tidak selamanya bersumber dari luar (eksternal), sebagian dari perubahan tersebut bersifat spontan dan bersumber dari “jiwa”. Dan akhirnya berujung pada sebuah jiwa yang suprim dan paripurna. (Britannica Encylopaedia, 2006)Dalam Timaeus, sebagaimana dinukil dalam kitab Faidh wa Fâ’iiliyyat Wujudi Az Aflatun tâ Mulla Shadra, penciptaan alam semesta dan pengerangka kosmos dinisbahkan kepada demiurege (shâne’, pencipta) yang mewujudkan kosmos ini dari keadaan yang tak tertata dan non-sistemik, menjadi sebuah kosmos yang tertata dan sistemik. Dalam perkara ini, mundus imaginalis (alam ide) dapat dijadikan sebagai satu contoh dan setelah mencipta alam ide, Tuhan mengadakan jiwa universal.
5.      Karya-karya plato
a.       Laches adalah karya awal Plato yang paling mudah untuk didapatkan. Karya ini merupakan sekumpulan dialogyang berbicara tentang kehidupan. Di sana, ia menggambarkan sosok Socrates, seorang filsuf besar sebelumnya yang sedang berbincang dengan dua orang Jendral ternama, Nicias dan Laches, di samping itu terdapat beberapa tokoh lain seperti Lysimachus dan Melesias yang melakukan diskusi untuk meminta nasihat bagi pendidikan anak mereka.
b.      Buku karangannya terutama terdapat didalam tiga bukunya yang terkenal yaitu Republic, Politicus, dan The Laws. Republic ditulis diawal kedewasaanya diawal kedewasaanya sedangkan Politicus dan The Laws ditulis dimasa tuanya. Diantara ketiga buku itu, Republiclah yang paling terkenal dan diakui sebagai hasil seni sastra yang paling agung dan merupakan karya manusia yang terbesar yang pernah ditulis dibidang filsafat. Politicus dan The Laws mengetengahkan pemikiran filsafat politik yang ditulis dalam gaya bahasa yang berbeda dengan Republic. Oleh banyak orang, The Laws bahkan dianggap tidak menarik untuk dibaca karena isinya terlampau panjang dan susah untuk dipahami. Ada yang menilai usia Plato dimasa tua begitu banyak mengalami kemunduran kualitas dalam pemikirannya.
               Lewat hasil tulisannya yang cukup banyak dan yang ditulis dalam bentuk dialog dengan gaya bahasa yang sangat indah dan menawan hati. Plato bukan hanya terkenal sebagai filsuf yang agung melainkan sebagai sastrawan yang mengagumkan. Semua karya tulisan Plato yang diwariskannya kepada kita masih cukup lengkap dan dalam kondisi yang baik.



           IV.            KESIMPULAN
1)    Plato lahir sekitar tahu 427 SM .Dalam  sebuah keluarga bangsawan athena. Plato adalah seorang filsuf yunani klasik, matematika, mahasiswa socrates, penulis dialog filosofis dan pendiri academy di athena. .tak lama plato meninggalkan athena selama 10-12 tahun .sekitar tahun 387 SM dia kembali ke athena  dan mendirikan perguruan tinggi disana . sebeuah akademi yang berjalan selama 900 tahun . plato menghabiskan sisa umurnya yang empat puluh tahun diathena. . Plato tutup mata pada usia delapan puluh tahun.
2)    Menurut plato ada ide-ide yang terlepas dari subjek yang berfikir. Menurut plato ide-ide tidak bergantung pemikiran , sebaliknya pemikiran bergantung pada ide-ide. Justru karena ada ide-ide  yang berdiri sendiri. Pemikiran kita dimungkinkan. Pemikiran itu tidak lain dari pada menaruh perhatian kepada ide-ide tersebut.
3)    plato tentang manusia berpendapat bahwa semua harkat dan martabat rakyat adalah sama walaupun jenis kelaminnya itu berbeda. Hal inilah yang menyebapkan menonjolnya pemikiran plato tentang manusia dengan menyamakan  hrkat dan martabat  wanita dan laki-laki di negaranya.
4)    Etika plato bersifat intelektual dan rasional. Dasar ajarannya adalah mencapai budi baik. Bila orang sudah cukup tahu, pasti ia akan hidup menurut pengetahuannya itu. Etika Plato bersendi pada ajarannya tnetang idea. Dualism dunia dalam teori pengetahuan lalu diteruskan dalam praktik hidup oleh karena kemauan seseorang bergantung pada pendapatnya, nilai kemauannya itu ditentukan oleh pendapatnya. Dari pengetahuan yang sebenarnya yang dicapai dengan dialektika timbul budi yang lebih tinggi dari pada yang dibawakan oleh pengetahuan dari pandangan.
5)    Seorang pemimpin seharusnya tidak dipilih oleh rakyat melainkan dengan sistem keputusan bersama.


                V.     PENUTUP
Demikian makalah kita apabila terjadi kesalahan dalam hal cetak, penulian maupun materii kami moho maaf yang sebesar-besarnya dan untuk itu mohon kritikan atau saran dari teman-teman dan bisa disampaikan melalui pemakalaha kami.




DAFTAR PUSTAKA
.
Koento Wibisono S. dkk., 1997., “Filsafat Ilmu Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu Pengetahuan”, Intan Pariwara, Klaten
Dr.Harry Hersama, 1984, TOKOH-TOKOH FISAFAT, PT Gramedia ,jakarta































































Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

Posting Komentar